INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN ASING DALAM DESTINASI PARIWISATA

STUDI KASUS ZULU PARK KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN

Authors

  • Meidy Putri Utami Fajar University
  • Hardianti Hardianti Program Studi Bina Wisata, Fakultas Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial, Universitas Fajar, Makassar

DOI:

https://doi.org/10.61696/juparita.v2i2.391

Abstract

Pariwisata modern sering kali mengintegrasikan elemen budaya lokal dan asing untuk meningkatkan daya tarik destinasi. Zulu Park di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan adalah contoh nyata integrasi ini dengan mengadopsi konsep budaya Korea dalam lingkungan alam Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana integrasi budaya tersebut diterima oleh pengunjung dan masyarakat lokal serta dampaknya terhadap social dan budaya setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pengelola Zulu Park, pengunjung dan masyarakat skeitar, Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya Korea sebagai daya tarik utama Zulu Park telah berhasil meningkatkan kunjungkang wisatawan, mendukung ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, terdapat juga dampak negatif seperti potensi kehilangan keaslian budaya lokal dan tekanan pada infrastruktur lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara atraksi budaya asing yang menarik dengan pelestarian keaslian budaya lokal. Pengelolaan yang berkelanjutan dan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan diperlukan untuk memitigasi dampak negatif dan menjaga keberlanjutan Zulu Park, sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. 

References

Creswell, J.W. and Poth, C.N. (2018) Qualitative Inquiry and Research Design Choosing among Five Approaches. 4th Edition, SAGE Publications, Inc., Thousand Oaks.

Bernhard, B., & Duccio, C. (2019). Copysites: tourist attractions in the age of their architectural reproducibility. Journal of Tourism and Cultural Change, 17(1), 13–26. https://doi.org/10.1080/14766825.2019.1558020

Chrisnauli, I., & Rajagukguk, Z. (2023). Copysites : Persepsi Wisatawan Mengenai Reproduksi Simulakra di Petite France. Jurnal Nasional Pariwisata, 13(April), 94–114.

Hannam, K., & Knox, D. (2010). Kevin Hannam and Dan Knox (2010). Understanding Tourism: A Critical Introduction. SAGE Publications Ltd. 220 pp. ISBN 978-1-4129-2277-7. European Journal of Tourism Research, 3(2), 138–140. https://doi.org/10.54055/ejtr.v3i2.58

Hidayah, Nurdin (2021). Pemasaran Destinasi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital: Targeting, Positioning, Branding, Selling, Marketing Mix, Internet Marketing. Jakarta: Kreasi Cendekia Pustaka

Sari, N. P. R. (2016). Komodifikasi ( Komoditifikasi ) dalam industri perhotelan di Bali. Analisis Pariwisata, 16(1), 23–28.

Sharpley, R., & Stone, P. R. (Eds.). (2010). Tourist experience: Contemporarym perspectives (Vol. 19). Routledge.

Surbakti, A. 2008. Komodifikasi Budaya Populer dalam Pariwisata. Jurnal Analisis Pariwisata, Fakultas Pariwisata Unud Vol. 8 No. 2 (hal. 7-

Yousaf, S., & Fan, X. (2020). Copysites / duplitectures as tourist attractions: An exploratory study on experiences of Chinese tourists at replicas of foreign architectural landmarks in China. Tourism Management, 81(July). https://doi.org/10.1016/j.tourman.2020.104179

https://www.instagram.com/zulupark_/?locale=hi_IN

https://jadesta.kemenparekraf.go.id/atraksi/zulu_park

Published

2024-07-01

How to Cite

Putri Utami, M., & Hardianti, H. (2024). INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN ASING DALAM DESTINASI PARIWISATA: STUDI KASUS ZULU PARK KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN. Jurnal Pariwisata Tawangmangu, 2(2), 54–61. https://doi.org/10.61696/juparita.v2i2.391

Issue

Section

Articles