DAYA TARIK EKOWISATA GUNUNG GALUNGGUNG SEBAGAI DESTINASI WISATA ALAM

Authors

  • Inka Nur Farida Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi
  • Asti Fauziah Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi
  • Dimas Surya Lesmana Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi
  • Ikhsan Maulana Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.61696/juparita.v4i1.938

Keywords:

Ecotourism, Mount Galunggung, Tourist Attraction, Conservation

Abstract

This study is motivated by the substantial natural, geological, and social potential of the Gunung Galunggung area, which has not yet been fully developed as a sustainable ecotourism destination. The site offers various attractions, including its scenic crater panorama, natural hot springs, iconic stairway routes, and the involvement of local communities that has the potential to enhance local welfare. This study employs a descriptive qualitative method, with data collection comprising field observations, interviews with visitors, and document analysis. The data were analyzed through processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing to describe the conditions of tourist attractions, supporting facilities, and socio-economic impacts. The findings indicate that Gunung Galunggung has strong natural and educational appeal, with reasonable accessibility, though several facilities still need improvement. Visitors perceive local hospitality as a positive aspect, while tourism activities contribute to the local economy. The main challenges include limited facilities, insufficient digital promotion, and low environmental awareness among some visitors. Overall, Gunung Galunggung has substantial potential to be developed as a sustainable ecotourism destination through improved infrastructure, environmental education, digital promotion, and active involvement of local communities.

References

Putra, A., & Santosa, I. (2018). Dampak Ekonomi Ekowisata terhadap Masyarakat Lokal di Indonesia. Jurnal Pariwisata Nusantara, 5(2), 87–99.

Putra, R. R., & Fitriani, R. (2020). Eksplorasi tumbuhan suku Orchidaceae di kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya sebagai bahan ajar tumbuhan tingkat tinggi. Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi.

Putra, R. R., Hernawati, D., & Fitriani, R. (2019). Identifikasi tumbuhan lumut di kawasan wisata Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 21(2), 114–120.

Rahmawati, L. (2020). Pengaruh Kesadaran Wisatawan terhadap Kebersihan Kawasan Wisata Alam. Jurnal Lingkungan dan Konservasi, 12(1), 45–53.

Santoso, A. (2017). Ecotourism pada tingkat komunitas di kawasan wisata Pangandaran. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 43(1), 54–68.

Saputra, G. R., Zaenuri, M., Purnomo, E. P., & Fridayani, H. D. (2019). Kemitraan pengelolaan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2017 (Studi kasus objek wisata Gunung Galunggung). KEMUDI: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 298–341.

Suwantoro, G. (2004). Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Weaver, D. (2001). The Encyclopedia of Ecotourism. Wallingford: CABI Publishing

Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.

Yuniarti, D. (2019). Pengembangan Ekowisata Gunung di Jawa Barat Berbasis Petualangan dan Konservasi. Jurnal Geografi Lingkungan, 6(3), 22–30.

Published

2026-03-30

How to Cite

Nur Farida, I., Fauziah, A. ., Surya Lesmana, D. ., & Maulana, I. . (2026). DAYA TARIK EKOWISATA GUNUNG GALUNGGUNG SEBAGAI DESTINASI WISATA ALAM. Jurnal Pariwisata Tawangmangu, 4(1), 67–75. https://doi.org/10.61696/juparita.v4i1.938

Issue

Section

Articles