ITIAK LADO MUDO SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER DI KOTA BUKITTINGGI

Authors

  • Cleo Amalia Nurrahma Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Veyka Gusfi Diaz Aura Program Studi Pariwisata, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Padang Panjang, Indonesia
  • Fadlul Rahman Program Studi Pariwisata, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Padang Panjang, Indonesia
  • Meria Eliza Program Studi Pariwisata, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Padang Panjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61696/juparita.v3i1.548

Keywords:

BUKITTINGGI, GULAI ITIAK LADO MUDO, WISATA KULINER

Abstract

Bukittinggi telah menjelma menjadi salah satu magnet wisata kuliner yang menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Kota ini dikenal sebagai destinasi yang menyajikan kuliner khas, termasuk Gulai Itiak Lado Mudo, yang semakin populer berkat lokasinya yang strategis di sekitar Ngarai Sianok, salah satu objek wisata utama di daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi potensi Gulai Itiak Lado Mudo sebagai daya tarik wisata di Bukittinggi, (2) Menelaah pengelolaan wisata kuliner di kawasan ini, dan (3) Menganalisis dampak kehadiran kuliner tersebut di Bukittinggi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan penyajian yang bersifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, studi dokumen, wawancara, dan tinjauan literatur, yang kemudian dianalisis menggunakan metode reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting: 1) Aksesibilitas yang baik menjadi kekuatan utama, 2) Waktu pembuatan makanan yang cukup lama menjadi kelemahan, 3) Dukungan pemerintah dalam pengembangan wisata kuliner memberikan peluang yang positif, dan 4) Keberadaan wisata kuliner di daerah lain dapat menjadi ancaman. Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa wisata kuliner memegang peranan penting dalam meningkatkan perekonomian kawasan destinasi, menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat, dan meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian tempat wisata.

References

Agusetyaningrum, V., Mawardi, M. K., & Pangestuti, E. (2016). Strategi Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) Untuk Meningkatkan Citra Kota Malang Sebagai Destinasi Wisata Kuliner (Studi Pada UKM Berbasis Kuliner Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 38(2).

Ali, A., & Febrianti, N. (2009). PERFORMANS ITIK PEDAGING (LOKAL X PEKING) FASE STARTER PADA TINGKAT KEPADATAN KANDANG YANG BERBEDA DI DESA LABOI JAYA KABUPATEN KAMPAR. Jurnal Peternakan, 6(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24014/jupet.v6i1.355

Ardy, N., & Yulihasri, Y. (2020). STRATEGI PENGEMBANGAN ATRAKSI PENGOLAHAN RENDANG (MARANDANG) SEBAGAI DAYA TARIK WISATA GASTRONOMI DI KAMPUNG RENDANG KOTA PAYAKUMBUH. Jurnal Ekonomi, 23(2), 134–154. https://doi.org/10.47896/je.v23i2.216

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 84 Tahun 1999 Tentang Perubahan Batas Wilayah Kota Bukittinggi Dan Kabupaten Agam, Pub. L. No. Nomor 84 Tahun 1999 (1999).

Saeroji, A., & Wijaya, D. A. (2017). Pemetaan Wisata Kuliner Khas Kota Surakarta. Jurnal Pariwisata Terapan, 1(2), 13. https://doi.org/10.22146/jpt.24968

Syarifuddin, D., Noor, C. M., & Rohendi, A. (2018). Memaknai Kuliner Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata Kota Bandung. Jurnal Abdimas BSI, 1(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31294/jabdimas.v1i1.2866

Wahyuni, H., Baidar, B., & Syarif, W. (2015). Standarisasi Resep Sala Lauak di Kanagarian Ulakan Kabupaten Padang Pariaman. Journal of Home Economics and Tourism, 9(2).

Published

2025-03-07

How to Cite

Nurrahma, C. A., Aura, V. G. D., Rahman, F. ., & Eliza, M. . (2025). ITIAK LADO MUDO SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER DI KOTA BUKITTINGGI. Jurnal Pariwisata Tawangmangu, 3(1), 9–17. https://doi.org/10.61696/juparita.v3i1.548

Issue

Section

Articles