Deteksi Dini Depresi Postpartum dan Intervensi Konseling pada Ibu Nifas
DOI:
https://doi.org/10.61696/muara.v1i1.880Keywords:
Depresi Postpartum, Deteksi Dini, Konseling, Ibu Nifas, Kesehatan MentalAbstract
Masa nifas merupakan periode rentan bagi ibu, di mana perubahan hormonal, fisik, dan psikologis dapat memicu gangguan suasana hati, termasuk depresi postpartum (DPP). DPP adalah masalah kesehatan mental yang serius, mempengaruhi sekitar 10-15% ibu pascapartum, dan memiliki dampak negatif signifikan terhadap ibu, bayi, serta keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pentingnya deteksi dini DPP dan efektivitas intervensi konseling pada ibu nifas. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai publikasi ilmiah. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa skrining rutin menggunakan instrumen valid seperti Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sangat krusial untuk identifikasi dini kasus. Intervensi konseling, baik individual maupun kelompok, yang berpusat pada dukungan emosional, edukasi, strategi koping, dan melibatkan pasangan/keluarga, terbukti efektif dalam mengurangi gejala DPP dan meningkatkan kesejahteraan ibu. Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, sangat vital dalam melakukan skrining dan memberikan konseling awal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program deteksi dini yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, diikuti dengan intervensi konseling yang tepat, dapat secara signifikan memperbaiki prognosis dan kualitas hidup ibu nifas yang mengalami DPP.
