Potensi Teknologi Dual-Energy CT dalam Karakterisasi Lesi Ginjal: Studi In Vitro

Authors

  • Saufa Taslima Universitas Efarina

DOI:

https://doi.org/10.61696/muara.v2i2.857

Keywords:

Dual-Energy CT, Lesi Ginjal, Karakterisasi Jaringan, Studi In Vitro, Material Decomposition.

Abstract

Karakterisasi lesi ginjal, khususnya membedakan antara massa jinak dan ganas, merupakan tantangan diagnostik yang krusial. Computed Tomography (CT) konvensional memiliki keterbatasan dalam diferensiasi jaringan berdasarkan densitas semata. Teknologi Dual-Energy CT (DECT) menawarkan kemampuan untuk memperoleh data atenuasi pada dua tingkat energi sinar-X yang berbeda, memungkinkan analisis material decomposition dan pencitraan berbasis material (misalnya, citra iodin, air, lemak). Penelitian in vitro ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi DECT dalam membedakan berbagai jenis lesi ginjal menggunakan sampel jaringan eksplanasi. Kami akan menganalisis parameter DECT seperti rasio atenuasi dual-energi (DER), effective atomic number (Zeff), dan konsentrasi iodin/air pada sampel lesi ginjal (misalnya, karsinoma sel ginjal, angiomyolipoma, kista sederhana) serta jaringan ginjal normal. Hasil awal diharapkan menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter DECT antara lesi ganas dan jinak, mengindikasikan bahwa DECT dapat memberikan informasi karakterisasi yang lebih spesifik dan kuantitatif dibandingkan CT single-energy konvensional.

Downloads

Published

2024-03-30

How to Cite

Saufa Taslima. (2024). Potensi Teknologi Dual-Energy CT dalam Karakterisasi Lesi Ginjal: Studi In Vitro. Multidisiplin Paradigma Journal, 1(1), 19–21. https://doi.org/10.61696/muara.v2i2.857