Evaluasi Respon Tumor terhadap Kemoterapi Neoajuvan Menggunakan Pencitraan PET/CT pada Kanker Kolorektal
DOI:
https://doi.org/10.61696/muara.v1i3.851Kata Kunci:
PET/CT, Kanker Kolorektal, Kemoterapi Neoajuvan, Respon Tumor, SUV, Regresi Patologis.Abstrak
Kemoterapi neoajuvan memegang peranan penting dalam penatalaksanaan kanker kolorektal stadium lanjut, bertujuan untuk mengecilkan tumor, memfasilitasi reseksi bedah, dan meningkatkan luaran patologis. Evaluasi dini respon tumor sangat krusial untuk memodifikasi strategi terapi dan menghindari toksisitas yang tidak perlu. Pencitraan Positron Emission Tomography/Computed Tomography (PET/CT) dengan tracer ¹⁸F-FDG (Fluorodeoxyglucose) telah menunjukkan potensi sebagai alat non-invasif untuk memprediksi dan memonitor respon kemoterapi berdasarkan perubahan aktivitas metabolik tumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas PET/CT ¹⁸F-FDG dalam menilai respon tumor terhadap kemoterapi neoajuvan pada pasien kanker kolorektal, dengan membandingkan perubahan Standardized Uptake Value (SUV) tumor sebelum dan sesudah kemoterapi dengan respon patologis dan luaran klinis. Hasil awal menunjukkan bahwa penurunan SUVmax yang signifikan pada PET/CT pasca-kemoterapi berkorelasi kuat dengan respon patologis yang baik (misalnya, regresi tumor grade 2-3) dan berpotensi memprediksi luaran pasien yang lebih baik. Temuan ini mendukung peran PET/CT sebagai biomarker pencitraan yang berharga dalam memandu keputusan terapi pada pasien kanker kolorektal.
